Pertama gw tekenin dulu kalo gw nulis ini bukan dalam maksud apa-apa, ok? Awas aja kalo ada yang mikir macem-macem!
Dari yang gw amati di kehidupan nyata beberapa keluarga, termasuk keluarga gw sendiri. I found out that seorang suami itu rela melakukan apa aja supaya istrinya tersenyum. Kalau berdasarkan buku yang gw baca berjudul “Men are from mars, Women are from venus”, pria itu rela membelikan suatu yang wah buat wanita yang dia sayangi karena berfikir bahwa rasa cinta yang diberikan dari wanita akan berbanding lurus dengan harga barang wah yang dibeliin itu.
Humm... dari yang gw baca juga, ya emang gitu pola pikir cowok. Pola pikir mereka pake sistem nilai berbanding lurus dengan harga. Berbeda dengan wanita. Pola pikir wanita: berapapun harganya tetep diitung satu, mau itu murah atau mahal. Jadi saran dari gw mah ga usah beliin yang wah buat cewek, tapi yang bener-bener cewek itu suka, supaya cewek itu ngasih poin lebih dari satu atas pemberian si cowok.
Fitrahnya wanita adalah suka dengan perhiasan. Perhiasan ga terbatas pada kalung, cincin, dll gitu, tapi termasuk diantaranya juga kayak perabotan rumah, mobil, lifestyle. Ga bisa dipungkiri lah. Gw sadar gw juga seperti itu, tapi belum tau yang gw sukain apa. Hehehe. Bohong! Hahaha...
Nah, untuk yang sudah berkeluarga, seorang istri itu berhak dong minta beliin apa-apa dari suaminya. Jadi kalo melihat rumput tetangga lebih hijau, di obrolannya pasti nyebut-nyebut terus. Ujung-ujungnya mau yang lebih bagus daripada tetangganya. Istri yang sudah gelap mata, bisa membuat suaminya gelap mata juga. Meskipun kondisi ekonomi mereka sebenarnya ga memungkinkan membeli suatu hal itu, suami rela melakukan apapun supaya istrinya tersenyum. Sayangnya, gelap mata itu bisa berujung pada mendapatkan uang dari jalan apapun, salah satunya yang paling gampang dilakukan, yaitu menggelapkan sejumlah uang a.k.a korupsi
It is so easy
So simple ngeliat awalnya dimana dan berakhir dimana. Jadi teringat sebuah hadist yang isinya kurang lebih:
Rasulullah diperlihatkan neraka dan beliau melihat banyak wanita di dalamnya. Malaikat menyampaikan kalau wanita banyak yang masuk neraka karena saat di dunia memakai pakaian tapi tidak seperti berpakaian, dan istri yang tidak bersyukur atas suaminya.
Kurang lebih seperti itu. Kalau ada yang tau hadist lengkapnya, tolong lengkapin yah.
Mmm... ya memang begitu. Karena itu juga ada istilah “Behind good man, there is great women”. Suami itu berbanding lurus dengan istrinya. Jadi wanita itu tantangannya besar, dari zaman ke zaman. Gampang banget tergelincir. Sedih melihat istri yang banyak menuntut dari suaminya. Kasian si suami yang bekerja keras buat nyenengin sang istri, tapi istrinya ga pernah bersyukur atas kerja keras sang suami.
Mudah-mudahan wanita-wanita Indonesia belajar selalu bersyukur. CMIIW...
ps: sebenarnya menulis ini karena kondisi di kosan gw. Sssstttt... jangan ada yang bilang-bilang yak
Senin, 27 April 2009
Jumat, 24 April 2009
Berbicara Tentang Tempel-tempelan Provokasi di Kampus
baru aja buka Rileks dan ke thread Serious Discussion, ada yang ngebahas tentang tempelan provokasi. Jadi inget pernah ngambil foto ini...
.jpg)
Foto ini diambil beberapa hari setelah ada acara dari KM ITB menyambut Hari Kartini. Kenapa sampai ada tempelan seperti ini? Karena di acara tersebut ada fashion show gitu dengan ya... ga mau ngebahas yang tahun lalu lah
All i want to say is: kenapa Gamais diem ya saat itu?
apa tempelan itu perlu buat ngingetin Gamais? Jujr sih, ga mau ini kejadian lagi di kepengurusan gw
But thanks buat yang nempel...
.jpg)
Foto ini diambil beberapa hari setelah ada acara dari KM ITB menyambut Hari Kartini. Kenapa sampai ada tempelan seperti ini? Karena di acara tersebut ada fashion show gitu dengan ya... ga mau ngebahas yang tahun lalu lah
All i want to say is: kenapa Gamais diem ya saat itu?
apa tempelan itu perlu buat ngingetin Gamais? Jujr sih, ga mau ini kejadian lagi di kepengurusan gw
But thanks buat yang nempel...
Senin, 13 April 2009
Dan Aku Tidak Mau Menjadi Ibu yang Tidak Adil Terhadap Anak-anaknya
Menjadi seorang penjaga adik-adik 2008 di kepanitiaan Gamais, cukup membuat Sika merasa tua sangat ya. Udah beda 2 tahun... Tantangannya beda... Dunianya beda (syiapa yang di ghaib-nya? Hahaha)
Baru sekitar sebulan setengah yah kepanitiaan itu berjalan efektif. Berbagai tantangan juga bermunculan, dari teknis hingga psikologis. Sika sebagai seorang koordinator akhwat syiar dan pelayanan kampus Gamais ITB cukup merasa sebagai ibu dari adik-adik ini. Dan sebagai ibu Sika harus memperhatikan mereka sebaik-baiknya. Menyelesaikan tantangan-tantangan itu salah satu tugas Sika sekarang...
kalau urusan teknis, Sika rasa adik-adik sudah cukup cerdas untuk menyelesaikan sendiri. Nah, beda halnya dengan urusan psikologis. Somehow, pasti butuh penengah dalam urusan ini. Seorang ibu yang ngasi tau dan mencontohkan bagaimana dealing dengan perasaan (terutama). Tantangan psikologis kurang lebih yang terlihat itu kurang motivasi, merasa direndahkan, ga dihargai, syubidu syalala.
Kemudian Sika sebagai seorang wanita hanya membela kaumnya saja. Padahal sebagai seorang ibu, harusnya Sika bisa melihat dari kedua sisi pandang. Jadi ibu harus bisa melihat dari mata anak perempuan dan mata anak laki-laki. Problemo muncul di sini. Sika ga tau bagaimana melihat dari mata anak laki-laki (meskipun cukup belajar dari adik kandung cowok). Kemudian rasa tidak adil akan muncul dari anak-anakku.
Heumh... lucu juga... lucu.. lucu..
akan banyak manfaat kalau Sika belajar cara mendidik anak sekarang yah. Hehehe... Semangat, Sika!!!
.SiMama,Mami,Bundo,danTetehLebay.
Baru sekitar sebulan setengah yah kepanitiaan itu berjalan efektif. Berbagai tantangan juga bermunculan, dari teknis hingga psikologis. Sika sebagai seorang koordinator akhwat syiar dan pelayanan kampus Gamais ITB cukup merasa sebagai ibu dari adik-adik ini. Dan sebagai ibu Sika harus memperhatikan mereka sebaik-baiknya. Menyelesaikan tantangan-tantangan itu salah satu tugas Sika sekarang...
kalau urusan teknis, Sika rasa adik-adik sudah cukup cerdas untuk menyelesaikan sendiri. Nah, beda halnya dengan urusan psikologis. Somehow, pasti butuh penengah dalam urusan ini. Seorang ibu yang ngasi tau dan mencontohkan bagaimana dealing dengan perasaan (terutama). Tantangan psikologis kurang lebih yang terlihat itu kurang motivasi, merasa direndahkan, ga dihargai, syubidu syalala.
Kemudian Sika sebagai seorang wanita hanya membela kaumnya saja. Padahal sebagai seorang ibu, harusnya Sika bisa melihat dari kedua sisi pandang. Jadi ibu harus bisa melihat dari mata anak perempuan dan mata anak laki-laki. Problemo muncul di sini. Sika ga tau bagaimana melihat dari mata anak laki-laki (meskipun cukup belajar dari adik kandung cowok). Kemudian rasa tidak adil akan muncul dari anak-anakku.
Heumh... lucu juga... lucu.. lucu..
akan banyak manfaat kalau Sika belajar cara mendidik anak sekarang yah. Hehehe... Semangat, Sika!!!
.SiMama,Mami,Bundo,danTetehLebay.
Selasa, 07 April 2009
Qita berlari
kita berlari dan teruskan bernyanyi
kita buka lebar pelukan mentari
Bila ku terjatuh nanti,
Kau siap mengangkat aku lebih tinggi
Seperti pedih yang telah kita bagi
Layaknya luka yang telah terobati
bila kita jatuh nanti …. kita siap tuk melompat lebih tinggi
Semangat, Sika! SEMANGAT!! SEMANGAT!!!
kau ingat kenapa qita ga mneyerah kan?
Ya, Karena kita ga bisa menyerah
kita buka lebar pelukan mentari
Bila ku terjatuh nanti,
Kau siap mengangkat aku lebih tinggi
Seperti pedih yang telah kita bagi
Layaknya luka yang telah terobati
bila kita jatuh nanti …. kita siap tuk melompat lebih tinggi
Semangat, Sika! SEMANGAT!! SEMANGAT!!!
kau ingat kenapa qita ga mneyerah kan?
Ya, Karena kita ga bisa menyerah
Jumat, 27 Maret 2009
Jealousy Me
I just found out that everything seems wrong recently. Almost everything i did is full of waste. Dont know why, even when i realised it, the next thing is i did it again..
I must say maybe i am not understand about priceless time yet. Again. I have to raise up from where i am now. I will keep it running for what it has been stopped.
Again
Jealousy of me for someone who did almost everything better than me slapped my cheek...
I am jealous, my dear big brother
So much jealous
I must say maybe i am not understand about priceless time yet. Again. I have to raise up from where i am now. I will keep it running for what it has been stopped.
Again
Jealousy of me for someone who did almost everything better than me slapped my cheek...
I am jealous, my dear big brother
So much jealous
Kamis, 12 Maret 2009
FORSA SUGOY!!!
Hari Jumat tanggal 27 Februari kemaren gw nemenin Kamel yang jadi moderator acaranya FORSA. FORSA itu gabungan lembaga dakwahnya FTTM dan FITB. Ga tau juga sih kepanjangannya apa. Nah, acara hari itu bertemakan “Kontroversi Psikologis Wanita”. Berat ye, cuy! Hehehe... ga seberat itu juga sih. Intinya adalah ngebahasa psikologi wanita di tempat kerja anak FTTM dan FITB nanti yang akan berada di tengah-tengah cowok banget.
Buat yang ga tau, FTTM itu singkatan dari Fakultas Teknik Pertambangan dan Perminyakan, sedangkan FITB itu Fakutas ITB, hehehe, bukan deng, Fakultas Ilmu Teknologi Kebumian (?). curiga salah nih
Acaranya diadakan di suatu ruangan lantai 3 gedung minyak. Wah, pertama kalinya gw ke gedung minyak!!! hahaha, untung lagi pada jumatan, jadi ga banyak cowok di situ. Hampir 3 tahun di farmasi jadi berefek agak-agak gmanaaaaaa gtu kalo ada di tengah-tangah cowok. Yah, itulah mengapa Kamel minta ditemenin sama gw ke gedung ini. Sindrom yang dia alamin lebih parah dari gw soalnya
Pembicara hari itu adalah ibu Dede Gemayuni, psikolog dari LMS Salman, yang tadinya mau ditawarin ke A-Week, satu lagi, Ibu Ledia Amalia. Ada yang tau siapa Ibu Ledia? Hehe,, ga pernah merhatiin jalan ya? Beliau adalah calon legislatif dari PKS, fotonya lagi dimana-mana sekarang.
Ibu Dede Gemayuni ngebahas tentang perbedaan psikologis wanita dan pria. Yah, baca buku” psikologi sebenarnya udah bisa cukup mengerti materi beliau. Lagian gw udah dapet materi ini dari SPN dengan pemateri beliau juga, so agak” males dengerin lagi *pengakuan dosa*
yang seru itu materi dari Ibu Ledia, tentang sharing pengalaman bekerja di tengah-tengah pria. Di awal kan perkenalan,, beliau menampilkan foto dirinya bersama keluarga.. en... jeng jeng!!! Anaknya 3, cowok semua yah! Pantes banget ngerti cowok! Paling cantik di keluarga dah. Hahaha. Ehm, bu! Boleh dikenalin satu ga, bu? Gyahahaha. Eh, udah! Udah!
Materi yang cukup berkena dari Ibu Ledia:
Jaga kehormatan elo sebagai wanita ketika elo bekerja di wilayah pria.
Jangan mentang-mentang elo cewek, elo bisa manja-manjaan sama temen sekantor lo. Jaga pride lo! Ga ada yang namanya bercanda sampe sentuh-sentuhan badan. Kalo itu terjadi, elo udah dilecehkan sama mereka
Jangan mengintervensi pria!
Ketika terjadi perbedaan pendapat dengan seorang cowok, sangat tidak disarankan untuk menolak dengan cara yang menolak. Maksudnya, kalo elo nolak pendapat cowok, lakukan dengan cara negoisasi. Ga ada kalimat ini terlontar: “Wah, ga bisa! Kalo dilakukan seperti itu, maka akan blablabla”. Nah, kata Ibu Ledia, sekali elo mengintervensi pendapat cowok, pendapat lo ga akan didengar lagi selamanya oleh mereka. Cowok akan membentuk dinding ketika itu terjadi. Yang elo lakukan sebaiknya: “Bagaimana kalo blablabala”. Cara negoisasi lebih didengar sama cowok, meskipun cowok males mendengar
Bercanda boleh, tapi ada batasan.
Pertahanin diri lo. Elo itu keren ada di tengah-tengah tempat kerja cowok. Dan jaga diri dengan cowok bukan berarti elo ga bergaul sama mereka. Bertemanlah yang baik, tapi batasan tetep dibuat
Wanita baru diakui hebat kalo dia lebih hebat dari pria.
Ini merupakan stereotipe dari jaman batu yah. Udah jadi pandangan umum kalo cowok lebih hebat dari cewek, suka atau ga suka. Ketika seorang cewek mempunyai kapasitas yang sama dengan cowok, cewek itu belum dipandang hebat. Bahkan ketika cewek lebih hebat dari cowok, pendapat yang keluar masih sekedar “O iya, iya, dia sedikit lebih baik”. Titik! Betapa menyebalkannya kenyataan ini
Wanita di tempat kerja cowok adalah “hiburan”.
Hit me! Kehadiran wanita di tempat manapun cenderung memberikan rasa menyenangkan. Ketika ada di tempat kerja yang kebanyakan isinya cowok, mau sejelek apa juga, elo bakal dipandang sebagai cewek. And even elo bukan tipe si cowok, cowok cenderung bakal deketin elo. Paling enggak, diajakin ngorol, sebagai “hiburan” mereka. Nah, kalo ga bisa jaga diri, “hiburan” ini bisa bergeser ke hiburan yang sebenarnya (red: pelecehan)
Sedikit cerita dari Ibu Ledia. Pada saat SMA, dirinya bersama rohis pergi ngadain training di suatu kota. Pada saat istirahat, Ibu Ledia berkumpul bersama teman-temannya, ngobrol biasa aja. Di situ, ketua rohis SMA beliau, bilang ke Ibu Ledia yang saat itu sudah berkerudung: “Percuma cewek pake kerudung panjang-panjang. Kalo kita lagi gila, kita bisa bayangin kalian itu telanjang”. umm.. maaf, mas. Salah apa sih cewek sampe tega-teganya otak kalian itu bekerja dengan sangat kotor? Well, pertanyaan ini telah dijawab oleh Ibu Dede Gemayuni. Jawabannya adalah karena sepertiga otak pria merespon positif terhadap sex
Fitrah,, fitrah,, cewek yang berkerudung aja dipandang begitu sama mereka. I'm sorry, tapi gimana imajinasi cowok tentang cewek yang berpakaian tapi seperti ga berpakaian? Ah, gw bukan cowok dan gw juga males nebak-nebak
-----.
yang jelas, gw termotivasi buat jadi lebih hebat dari cowok. Hehehe, egoisme SMA, biasa. Kita sering berlomba-lomba dalam kebajikan. Tapi di SMA gw, kami biasa menyebutnya sebagai: SONGONG. Hahaha.. eh, serius! Gw menganggap kalo wanita yang megang posisi di suatu organisasi adalah kunci kesuksesan organisasi tersebut. Sebagai contoh, di Gamais. Beuh,, pemilihan kepala sektor Annisaa itu yang diputusin terakhir lho! Saking sulitnya nyari orang yang pas (atau saking nyari orang ga nemu-nemu?). Coz orang yang nentuin penempatan posisi juga nyadar kalo pemilihan ini akan menentukan nasib Gamais ke depan. Berat, cuy!
Untuk acara ini, Itasika, (masih) Koordinator Akhawat Syiar dan Pelayanan Kampus Gamais ITB 2009 bilang:
FORSA sugoy!!!
FORSA hebat!!!
Buat yang ga tau, FTTM itu singkatan dari Fakultas Teknik Pertambangan dan Perminyakan, sedangkan FITB itu Fakutas ITB, hehehe, bukan deng, Fakultas Ilmu Teknologi Kebumian (?). curiga salah nih
Acaranya diadakan di suatu ruangan lantai 3 gedung minyak. Wah, pertama kalinya gw ke gedung minyak!!! hahaha, untung lagi pada jumatan, jadi ga banyak cowok di situ. Hampir 3 tahun di farmasi jadi berefek agak-agak gmanaaaaaa gtu kalo ada di tengah-tangah cowok. Yah, itulah mengapa Kamel minta ditemenin sama gw ke gedung ini. Sindrom yang dia alamin lebih parah dari gw soalnya
Pembicara hari itu adalah ibu Dede Gemayuni, psikolog dari LMS Salman, yang tadinya mau ditawarin ke A-Week, satu lagi, Ibu Ledia Amalia. Ada yang tau siapa Ibu Ledia? Hehe,, ga pernah merhatiin jalan ya? Beliau adalah calon legislatif dari PKS, fotonya lagi dimana-mana sekarang.
Ibu Dede Gemayuni ngebahas tentang perbedaan psikologis wanita dan pria. Yah, baca buku” psikologi sebenarnya udah bisa cukup mengerti materi beliau. Lagian gw udah dapet materi ini dari SPN dengan pemateri beliau juga, so agak” males dengerin lagi *pengakuan dosa*
yang seru itu materi dari Ibu Ledia, tentang sharing pengalaman bekerja di tengah-tengah pria. Di awal kan perkenalan,, beliau menampilkan foto dirinya bersama keluarga.. en... jeng jeng!!! Anaknya 3, cowok semua yah! Pantes banget ngerti cowok! Paling cantik di keluarga dah. Hahaha. Ehm, bu! Boleh dikenalin satu ga, bu? Gyahahaha. Eh, udah! Udah!
Materi yang cukup berkena dari Ibu Ledia:
Jaga kehormatan elo sebagai wanita ketika elo bekerja di wilayah pria.
Jangan mentang-mentang elo cewek, elo bisa manja-manjaan sama temen sekantor lo. Jaga pride lo! Ga ada yang namanya bercanda sampe sentuh-sentuhan badan. Kalo itu terjadi, elo udah dilecehkan sama mereka
Jangan mengintervensi pria!
Ketika terjadi perbedaan pendapat dengan seorang cowok, sangat tidak disarankan untuk menolak dengan cara yang menolak. Maksudnya, kalo elo nolak pendapat cowok, lakukan dengan cara negoisasi. Ga ada kalimat ini terlontar: “Wah, ga bisa! Kalo dilakukan seperti itu, maka akan blablabla”. Nah, kata Ibu Ledia, sekali elo mengintervensi pendapat cowok, pendapat lo ga akan didengar lagi selamanya oleh mereka. Cowok akan membentuk dinding ketika itu terjadi. Yang elo lakukan sebaiknya: “Bagaimana kalo blablabala”. Cara negoisasi lebih didengar sama cowok, meskipun cowok males mendengar
Bercanda boleh, tapi ada batasan.
Pertahanin diri lo. Elo itu keren ada di tengah-tengah tempat kerja cowok. Dan jaga diri dengan cowok bukan berarti elo ga bergaul sama mereka. Bertemanlah yang baik, tapi batasan tetep dibuat
Wanita baru diakui hebat kalo dia lebih hebat dari pria.
Ini merupakan stereotipe dari jaman batu yah. Udah jadi pandangan umum kalo cowok lebih hebat dari cewek, suka atau ga suka. Ketika seorang cewek mempunyai kapasitas yang sama dengan cowok, cewek itu belum dipandang hebat. Bahkan ketika cewek lebih hebat dari cowok, pendapat yang keluar masih sekedar “O iya, iya, dia sedikit lebih baik”. Titik! Betapa menyebalkannya kenyataan ini
Wanita di tempat kerja cowok adalah “hiburan”.
Hit me! Kehadiran wanita di tempat manapun cenderung memberikan rasa menyenangkan. Ketika ada di tempat kerja yang kebanyakan isinya cowok, mau sejelek apa juga, elo bakal dipandang sebagai cewek. And even elo bukan tipe si cowok, cowok cenderung bakal deketin elo. Paling enggak, diajakin ngorol, sebagai “hiburan” mereka. Nah, kalo ga bisa jaga diri, “hiburan” ini bisa bergeser ke hiburan yang sebenarnya (red: pelecehan)
Sedikit cerita dari Ibu Ledia. Pada saat SMA, dirinya bersama rohis pergi ngadain training di suatu kota. Pada saat istirahat, Ibu Ledia berkumpul bersama teman-temannya, ngobrol biasa aja. Di situ, ketua rohis SMA beliau, bilang ke Ibu Ledia yang saat itu sudah berkerudung: “Percuma cewek pake kerudung panjang-panjang. Kalo kita lagi gila, kita bisa bayangin kalian itu telanjang”. umm.. maaf, mas. Salah apa sih cewek sampe tega-teganya otak kalian itu bekerja dengan sangat kotor? Well, pertanyaan ini telah dijawab oleh Ibu Dede Gemayuni. Jawabannya adalah karena sepertiga otak pria merespon positif terhadap sex
Fitrah,, fitrah,, cewek yang berkerudung aja dipandang begitu sama mereka. I'm sorry, tapi gimana imajinasi cowok tentang cewek yang berpakaian tapi seperti ga berpakaian? Ah, gw bukan cowok dan gw juga males nebak-nebak
-----.
yang jelas, gw termotivasi buat jadi lebih hebat dari cowok. Hehehe, egoisme SMA, biasa. Kita sering berlomba-lomba dalam kebajikan. Tapi di SMA gw, kami biasa menyebutnya sebagai: SONGONG. Hahaha.. eh, serius! Gw menganggap kalo wanita yang megang posisi di suatu organisasi adalah kunci kesuksesan organisasi tersebut. Sebagai contoh, di Gamais. Beuh,, pemilihan kepala sektor Annisaa itu yang diputusin terakhir lho! Saking sulitnya nyari orang yang pas (atau saking nyari orang ga nemu-nemu?). Coz orang yang nentuin penempatan posisi juga nyadar kalo pemilihan ini akan menentukan nasib Gamais ke depan. Berat, cuy!
Untuk acara ini, Itasika, (masih) Koordinator Akhawat Syiar dan Pelayanan Kampus Gamais ITB 2009 bilang:
FORSA sugoy!!!
FORSA hebat!!!
Rabu, 11 Maret 2009
barbarITA
siang ini gw insya Allah bakal praktikum farmakologi-toksikologi. terus baru tau gitu ternyata langsung 3 modul. ckckck, tega nian.
yang jelas yang akan kami lakukan nanti adalah:
memanfaatkan hewan dengan berperikemanusiaan demi kemaslahatan pengobatan indonesia
a.k.a
kami akan menyuntik, mengamati, menguliti, mengamati, mematikan, & mengamati hewan2 tsb
oh my... baca modulnya aja udah ga tega. thx to mencit, tikus, kelinci, marmut, and katak
yang jelas yang akan kami lakukan nanti adalah:
memanfaatkan hewan dengan berperikemanusiaan demi kemaslahatan pengobatan indonesia
a.k.a
kami akan menyuntik, mengamati, menguliti, mengamati, mematikan, & mengamati hewan2 tsb
oh my... baca modulnya aja udah ga tega. thx to mencit, tikus, kelinci, marmut, and katak
Langganan:
Postingan (Atom)
.jpg)