Tampilkan postingan dengan label farmasi punya. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label farmasi punya. Tampilkan semua postingan

Rabu, 11 Maret 2009

barbarITA

siang ini gw insya Allah bakal praktikum farmakologi-toksikologi. terus baru tau gitu ternyata langsung 3 modul. ckckck, tega nian.

yang jelas yang akan kami lakukan nanti adalah:
memanfaatkan hewan dengan berperikemanusiaan demi kemaslahatan pengobatan indonesia
a.k.a
kami akan menyuntik, mengamati, menguliti, mengamati, mematikan, & mengamati hewan2 tsb

oh my... baca modulnya aja udah ga tega. thx to mencit, tikus, kelinci, marmut, and katak

Kamis, 09 Oktober 2008

Indonesian’s Health Information Center

I think we need that kind of center in our country. Sekarang ini makin banyak saja kasus-kasus kesehatan yang tidak berkaitan langsung dengan kedokteran. Dimulai dari kasus ditemukannya mikroba berbahaya di susu formula untuk bayi, jamu yang dicampuri bahan kimia, hingga kasus susu bermelamin asal Cina.

Kalau dari sisi farmasi, jelas ini ranah kerja. Karena dari kenyataan di lapangan, dokter mana yang mau ngurus beginian? Bukannya mengeneralisir ya,, tapi kita juga menyadari kalau masalah penyakit-penyakit yang menjadi concern kalian, para dokter. In my study program, this is our focus: Community health.

Yang disayangkan terjadi di Indonesia adalah informasi seringkali asal keluar tanpa pengontrolan,,, dan tanpa bantahan. Focus terjadi hanya pada sensasi yang ditimbulkan, bukan bagaimana mengatasinya. Setelah di-ekspos sama media, baru deh Departemen Kesehatan bergerak.. Lame!!!

Susu formula bayi
Masih ingat siapa yang pertama mengeluarkan statemen bahwa di susu formula bayi XXX terdapat bakteri S. sakazaki? kalo nama bakterinya salah, tolong benerin ya. Well, as I know, yang mengeluarkan pernyataan tersebut adalah IPB, salah satu perguruan tinggi negeri di Indonesia. Reaksi masyarakat jelas,, coz emang cukup heboh waktu itu,, yah, emang ibu-ibu yang heboh si…

Entah bagaimana ceritanya tiba-tiba ada konferensi pers IPB itu. Dosen bukan yang muncul? Secara etika, ahsan ga? Baik ga caranya? Kenapa ga dikonfirm dulu dengan pihak DepKes dan perusahaan yang memproduksi? Sangat disayangkan… statemen yang keluar hanya berkisar: “Ditemukan bakteri XXX dalam susu formula bayi”. Masyarakat yang cukup mengerti masalah produksi dan kesehatan, akan mempertanyakan:
Susu apa?
Bagaimana kondisi kemasan?
Bagaimana kondisi saat pengujian?
Nomor batch berapa?

Bagaimana kita tahu kalau di semua susu formula ada bakteri itu? Atau malah di merek tertentu saja?

Pihak Sekolah Farmasi ITB menyatakan keberatan dengan berita ini karena informasi tidak akurat dan pengujian adalah untuk karya tulis, bukan dalam rangka memang menguji kesehatan suatu produk. Yah.. masyarakat ga peduli. Ibu-ibu ini udah keburu panik. Departemen Kesehatan-pun panik karena berita itu ga sepenuhnya benar. DepKes kemudian sibuk wara wiri keliling ngadain penyuluhan dan nyebarin flyer kalo berita itu ga bener

Susu bermelamin asal China
Kalau yang ini jelas asal beritanya. Badan POM dan DepKes juga udah mensosialisasikan ke masyarakat Indonesia. Dari penemuan yang agak terlambat juga, ternyata Negara lain sudah mem-banned susu China.

Melamin ditambahin supaya kadar protein dalam susu meningkat, bukan melaminnya berubah jadi protein, tapi buat menipu kadar. Melamin itu keluarganya aldehid, sodara dekat dengan formaldehid a.k.a formalin. Formalin ,yang pernah terkenal juga karena bakso dan tahu itu, kalau kena sel manusia, akan menyebabkan sel” tersebut “awet” atau mati. Yah, fungsi formalin kan buat ngawetin mayat. Tapi kalo di sel hidup, hasilnya akan parah, merusak langsung, sel mati. Kata dosen, satu sendok formalin efektif mengundang malaikat maut. Hehehe..

I personally agreed that this kind of milk should be thrown away. Hanya saja kemarin mendengar sebuah berita yang.. agak aneh

Di salah satu stasiun TV membahas tentang apa itu melamin dan kenapa ga boleh ada dalam susu. Melamin adalah bahan anti panas yang biasa menjadi bahan dasar alat rumah tangga seperti piring, mangkok, sendok, dll. Bahannya anti pecah juga. Jadi kalo ada yang minum susu bermelamin, badannya akan anti panas dan anti pecah… hahaha.. konklusinya kok begitu?

Bukan!

Jujur, belum tahu mekanisme sebenarnya bagaimana melamin merusak tubuh, tapi kalo dilarang dikonsumsi, jelas bahaya. Yang aneh di berita itu… Acara tersebut melarang penggunaan piring dkk yang berbahan melamin. Katanya, kalo pada suhu tinggi, akan mengeluarkan zat formalin, yang efeknya seperti di atas. Jadi jangan makan pake alat tersebut dengan kebiasaan makanan yang panas-panas atau anget-anget

….. mmm… coba liat lagi apa itu melamin. Katanya tahan panas,, jadi suhu tinggi yang menyebabkan melamin terurai dan menghasilkan formalin itu suhu berapa? Orang industri! Tolong kasi tau suhu tinggi yang biasa kalian gunakan itu berapa!! Yang jelas, 100 derajat celcius yang dipake kalo bikin air panas itu ga masuk kategori suhu tinggi dalam industri. 100 derajat celcius cuma kepake sama orang-orang industri kalo bikin teh saat meeting atau kopi saat lembur.

Kalau lagi ke supermarket besar yang menjual alat rumah tangga, perhatikanlah ada label di piring dkk bertuliskan Food Grade. Ini adalah kesepakatan Internasional, semua alat yang mencantumkan label ini berarti alat tersebut aman dipakai sebagai wadah, atau alat makan, yang bersentuhan langsung dengan makanan.

Beberapa produk berbahan melamin (lewat produsen tertentu) juga sudah memiliki label ini. Jadi aku rasa, stasiun TV tersebut kurang memiliki dasar dalam menasehati masyarakat jangan memakai produk melamin… Satu-satunya bahan yang aku tahu sampai kapanpun ga bakal dapet Food Grade adalah sterofoam. Sterofoam itu kena air suhu 80-90 derajat aja udah menguraikan plastic-plastiknya. So guys, be careful, ok?

-------------------
Kita memerlukan pusat informasi kesehatan di Indonesia. BPOM memfasilitasi lewat websitenya dan nomer telefon bebas pulsa. Akan tetapi, BPOM mengakui bahwa SDM mereka tidak mencukupi untuk memenuhi aduan, pertanyaan, atau apapun tentang kesehatan. Peran DepKes tidak terasa pada hal informasi kesehatan.
We know we could, karena Allah SWT selalu mengawasi dan membimbing jalan kami


Ya, harapan itu masih ada…

Sabtu, 20 September 2008

Chicken pox

Ehehehe… temen gw baru kena cacar air nih baru-baru ini, gara-gara ketularan adeknya. Jadi inget juga waktu gw kena cacar

Waktu itu semester 1 awal tapi di kelas 3 SMA. Pertamanya ga tau tuh. Muncul pertama di pergelangan tangan. Ada kayak jerawat gtu ukurannya, bentuknya, tapi keliatan isinya air, rada-rada bening. Terus dipecahin deh di tangan itu. Beberapa menit kemudian, kembali ke bentuk semula. Berkali-kali sampe capek, diemin aja deh. Pokoknya baru the next day, tau kalo itu adalah bintik cacar.

Langsung panik nelpon guru les privat nanyain: ”kak! Ga panas kan badannya? Ga ada bintik-bintik kan?” alhamdulillah engga. Kalo iya, bersalah banget tuh. Siangan dikit papa pulang, langsung minta anterin ke Rumah Sakit Harapan Bunda di Pasar Rebo, ke dokter umum. Di sana dikasih obat penurun panas, sama obat lainnya yang membuat cacarnya ga keluar lagi (obat ini diminum 2 tablet tiga kali sehari). Okeh, pulang, istirahat di rumah, badan panas, kepala pusing

Sehari... dua hari... cacarnya mulai melebar! Panik lagi! Maklum, perempuan.. Bukan! Tapi karena udah kelas 3... takut ganggu masuk ke ITB.. hohohoho... “Papa! Papa! Anterin Sika lagi pah” sekarang ke dokter kulit. Nyampe, dokternya periksa. Bintik-bintik cacar itu muncul di muka. Sebel deh! Mukaku jadi jelek, malu. Terus mau tau dignosis dokter itu?

Dosis obat gw kurang...

Mau tau jadi berapa setelah itu?

Minum obat penekan munculnya bintik dari dua tablet tiga kali sehari menjadi empat tablet tiga kali sehari, berarti sehari makan 12 tablet

.....
..........

Setelah masuk farmasi baru ngerti, ini istilahnya di-Bom. Diserang besar-besaran itu virus cacar. Iya, emang berhasil banget. Cacarnya ga nambah.. muka ga parah-parah banget. Tapi.... kalo dari sisi kesehatan... ini salah

Obat yang gw makan itu bekerja di semua tubuh karena cacar bisa muncul dimana aja kan? Obat ini disebut bekerja tidak spesifik, dan obat jenis ini menimbulkan efek samping yang besar untuk tubuh. Untuk kasus gw, insyaAllah ginjal gw berhasil mengeliminasi sisa-sisa obat coz ga merasakan efek samping saat minum obat...

Namun, tubuh gw jadi dimanja. Dia ga pernah merasakan perjuangan melawan musuh. Tahapan kalo ada musuh (baca: virus) dateng:
1. diketahui itu bukan normal tubuh
2. pertahanan awal: naikkan suhu badan supaya si musuh mati, kalo ga mati,
3. kenali ciri-ciri musuh : kelemahan ada di mana
4. serang kelemahan musuh
5. musuh mati semua, simpen data musuh supaya kalo dateng lagi bisa langsung gempur
nah, untuk yang langsung di-Bom, tahap 5 ini ga ada. Obat sudah bekerja sejak tahap 2. sistem pertahanan tubuh gw belum sempet mengenali musuh, udah habis duluan musuhnya kena obat. Efeknya apa? Sistem imun gw mungkin ga tau ngelawan virus cacar kalo ketemu lagi atau bahasa lainnya kena cacar lebih dari satu. Padahal (katanya) kalo udah kena sekali, ga kena lagi

other effect? Resistensi obat. Kalo gw pertama kali kena pake 12 tablet sembuh, mungkin saat kena kedua kalinya, 12 tablet ini udah ga bisa nolong. Gmana dongh? Bisa jadi gw dikasi 15 tablet, 20 tablet, 24 tablet. Pa kabar tuh liver and ginjal?

ini adalah salah satu alasan kenapa jaman sekarang anak kecil bisa 2 kali kena virus cacar. Salah satunya karena dia sendiri langsung di-Bom pada cacar pertama, atau juga karena orang tuanya saat cacar di-Bom, jadi ga mentransfer kekuatan untuk sistem imun anak.

Si temen gw ini juga anak farmasi.. dia udah tau efek samping dll, jadi dia memilih beristirahat bersama sistem imunnya, tanpa minta obat ke dokter... ck ck ck.. alasan lain? Karena dia juga menginginkan anaknya nanti juga menjadi anak yang kuat.. syafakillah, Kamel...

Selasa, 22 Juli 2008

Wanita? Untukmu!

Ohohoho.. tema hari ini adalah kanker serviks. Kenapa gw ngangkat tema ini? Sebenernya iseng aja, tapi tadi pagi dibahas di TV gtu. Kayaknya udah mulai diperhatikan nih jenis kanker. Sistematis aja ya,,

kanker serviks
Apa?
kanker yang terjadi di leher rahim (serviks). Serviks itu bagian bawah rahim, pas pertemuan rahim dengan vagina
Kenapa?
invasi Human Papiloma Virus (HPV) pada serviks, kemungkinan besar terjadi saat berhubungan intim
Tau dari mana terinfeksi?
1. keputihan ga normal
2. rasa sakit saat berhubungan intim
3. pendarahan ga normal, bahkan saat menstruasi
Akibatnya?
Well, secara normal, tubuh bisa nyembuhin sendiri. Tapi jangan mengandalkan pada tubuh aja coz kanker serviks menempati urutan ke 2 penyebab kematian pad wanita di dunia. Nomer 1 nya apa? gw juga ga tau

Gimana mencegah?
1. Buat yang udah pernah berhubungan intim, tes pap smear. Nanti lendir vaginanya diambil dan dites buat nyari si HPV itu
2. Vaksinasi

Mau fokusin di vaksinasi nih. Gw pernah nemenin sepupu gw, Lia, divaksin di Rumah Sakit Ibu dan Anak. Di situ, dokter yang nge-vaksin adalah alumni SMA 8, Jakarta. Lia kan sekarang murid SMA 8, makanya direkomen ke situ. Vaksinasi HPV itu harus dilakukan selama 3 kali supaya komplit. Lo tau harga sekali suntik itu berapa?

buat murid SMA 8 = Rp 900.000,-
buat umum = Rp 1.300.000,-

kesenjangan.... huhuhuhuhu.....

Vaksin ini emang asli masih ngimport dari luar. Gw sih, serius, pengen banget divaksin beginian. Harganya dong.. tiga kali vaksin = Rp 3.900.000,-?????!!!!!
Nice!
Hampir bisa bayarin SPP gw dua semester tuh

Kenapa ya mencegah pembunuh wanita peringkat ke 2 ini mahal banget?

Rabu, 16 Juli 2008

Pyrantel Pamoate Rasanya Ga Enak

Kemaren baru aja pergi ke Hypermart beli sendok 4 biji. Sebelumnya gw dah punya sendok, tapi mereka tergeletak di I don’t know where. Yah, singkat kata, mereka hilang! Buhuhuhu! Garpunya maih ada, sendoknya raib semua. Lumayan nih harganya beli yang baru.

Kemudian, selain beli sendok, aku juga membeli Pyrantel pamoate, cieh,, gaya abis bahasanya. Padahal! Itu adalah nama generik dari…. Jeng jeng! Obat cacing. Hohoho…

Gw ga cacingan! Bener kok!

Jadi, untuk edukasi nih. Obat cacing itu seharusnya rutin diminum tiap 6 bulan. Dosis cuma sekali minum kok. Nah, karena gw anak kosan, gw beli yang tanggal kadaluarsanya masih setahun lagi. Paling ga bisa gw habisin tiga kali pake,, yah setahun lagi kan?

Kalo elo belajar helminth parasit – cacing parasit, elo akan melihat beberapa cacing yang harusnya hidup di tanah, bisa hidup dalam usus besar lo dan tetap berukuran sama seperti mereka ditemukan di tanah. Dahsyat! Gede bener usus kita. Jumlahnya bisa ga terbatas! Kalo lo cacingan dan ga minum obat cacing, kemungkinan paling buruk, yah,, elo mati. Soalnya cacing di usus itu bisa pindah ke pembuluh darah (terus nyumbat darah) atau masuk ke lambung karena di usus dah ga muat sama koloni mereka sendiri. Haha,, jadi nakut”in. Ini mah kalo bener” udah parah. Lagian lo bisa tau sendiri kalo koloni cacing lo udah banyak banget. Biasanya bisa keluar bersama feses lo atau lewat telinga, hidung, dan mulut. HIIIIIIII! (gw parno sendiri gini)

Siklus hidup cacing itu bervariasi,, beda satu sama lain. Subhanallah, hebat yah. Sampe cacingpun dibuat Allah dengan keunikan satu sama lain, ga manusia doang. Tapi siklus dari telor sampe fasa yang menginfeksi itu rata-rata 3 sampe 6 bulan. Itu alasan kenapa dianjurkan minum obat cacing tiap 6 bulan, yaitu untuk mencegah, bukan sekedar minum kalo elo cacingan.

Cacingan itu susah lo dideteksinya. Belom ada metode kedokteran spesifik. Biasanya cara meriksa cacingan itu dengan nyari cacing di feses. Ada sukarelawan? Anyway, cacingan itu penyakit negara berkembang, kalo ga mau dibilang terbelakang, karena kurangnya kesadaran untuk menjaga kebersihan, terutama saat makan.

Jangan takut minum obat cacing yah! Temanku, Joli Marjoli, udah bilang kalo dia mau minum obat cacing, tapi ga mau juga soalnya takut cacingnya menjuntai-juntai keluar bersama feses. Enggak kok! Tenang aja! Teknologi kefarmasian udah bisa mencegah hal itu, yaitu dengan menghancurkan cacing di usus. Iya, cacing emang keluar bersama feses, tapi insyaAllah, ga berbentuk cacing lagi dan ga hidup! So,, nunggu apa lagi ga minum obat cacing?

Pesan terakhir: cukup sekali minum tiap 6 bulan. Tubuh kita secara normal juga perlu cacing. Jangan mentang-mentang mau bebas cacing jadi minum tiap hari (lebay abis). Malah jadi ga ada cacing sama sekali dan jadi ga normal.

Terus,, karena menyadari berkembangnya negara kita, Pak SBY udah menyetujui bersama Ibu Menkes pembuatan obat rakyat yang cuma seribuan itu loh. Salah satunya pyrantel pamoate, si obat cacing.